
Saya pertama kali mengikuti Use Your Talents (UYT) pada tahun 2022 sebagai utusan dari Yayasan Rumah Singgah Pengharapan. Setelah itu, saya terlibat sebagai volunteer dalam workshop UYT di Nias bersama Gereja AMIN, dan kemudian mengikuti UYT Nasional di Medan.
Bagi saya, UYT sangat berdampak dan membuka cara pandang baru. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat mendengar sharing dari peserta dari Thailand. Mereka membangun gereja bukan dengan meminta dana, tetapi dengan menggunakan apa yang mereka miliki. Setiap jemaat berpartisipasi: ada yang menyumbang cat, ada tukang bangunan yang menyumbangkan tenaga, ada yang menyediakan makanan. Semua bekerja bersama, dan gereja pun dapat terbangun. Setiap jemaat berkontribusi sesuai kemampuannya, dan akhirnya gereja dapat terbangun bersama.
Dari situ saya belajar bahwa talenta bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga apa yang kita miliki—baik waktu, tenaga, maupun sumber daya lainnya. UYT mengingatkan saya bahwa semua orang punya talenta, dan yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan. Kisah Musa dengan pertanyaan “Apa yang ada di tanganmu?” menjadi pengingat kuat bagi saya untuk mulai dari apa yang saya miliki.

Saat ini, saya melayani di Yayasan AME (Asa Meta Asia) yang bergerak di bidang pendidikan. Kami membuka rumah belajar bagi anak-anak, seperti kelas Bahasa Inggris, musik, gitar, dan komputer, sekaligus mendampingi pertumbuhan karakter dan spiritual mereka.
Dalam mengajar, saya menerapkan prinsip UYT dengan mengingatkan anak-anak bahwa mereka semua punya talenta. Saya juga mendorong mereka untuk berani belajar, tidak takut salah, dan menggunakan apa yang mereka miliki dengan baik. Salah satu perubahan besar dalam diri saya setelah mengikuti UYT adalah cara saya membangun kepercayaan diri anak-anak ketika saya mengajar. Banyak dari mereka yang minder dan takut salah. Saya terus mengingatkan bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan yang mulia dan memiliki tujuan hidup. Kami juga mengajak anak-anak untuk belajar memberi kontribusi, agar mereka belajar menghargai proses dan kesempatan belajar yang mereka terima.
Cerita: Mevi Boset Gulo
Editor: Damai Purba
Akhirnya setelah melalui proses yang panjang, rumah baca Hambila Humba pun bisa pakai oleh ana...
Adakah di antara anda yang pernah bercita-cita menjadi penulis? Atau apakah anak anda bercita-...
Berapa banyak pembaca ini yang menyukai musik? Mungkin Anda salah satunya. Beberapa orang menj...